lewat kaca jendela tua
Lantas kueja wajah rembulan
hingga kutemukan purnama di riak wajahnya
Sekilas kulihat senyumnya hinggap di bening telaga
lalu memantulkan pesonanya pada seekor pungguk
di ranting mati
seekor pungguk yang lagi menepi dan lagi bermimpi
tentang sesosok purnama yang menikam jantung hatinya selama ini
Rembulan, bening telaga dan seekor pungguk
adalah potret buram malam ini..
Tabir Ulu, 28 April 2010










2 komentar:
cerita yang menarik sob ....
puisinya bagus, coba baca cerita punya saya ini
Poskan Komentar